Aside

                                                          Pemburu
Di suatu desa yaang hidup aman dan sentosa.disana ada sekelompok anak yang gemar berburu ,nama nya Alan,Edi,oref dan sateria ialah anak yang senag berburu baik berburu burung,maupun berburu babi dan biawak yang sangat berbahaya bagi mereka yang masih muda.

Mereka berempat masih sekolah Edi dan Satria masih sekolah di SMP kelas 2 dan Alan dan OREf kelas 3 SMP,biasa nya mereka berburu pada saat tidak sekolah,biasanya hari sabtu pulang sekolah dan hari minggu.
Mereka berburu menggunakan senapan agin danb membawah sebuah pisau.Alhasil mereka jual seperti  babi,biawak atupun burung yang masih hidup.

Tapi ada yang menarik dari pertualangan mereka,dimana di hari minggu setelah julangan mereka berburu dari pagi sampai malam yang menemui rintangan yang berat.

Alan berkata.”yuk kite buru di hutan disamping desa,katenye burung banyak,besak dan jinak untuk di tembak.” Oref berkata.”tapi kite bawe nasi dan lauk,ngan pilor yang benyak.”Edi berkata.” tapi katenye sane banyak yang sesat dan lame pacak balik agi.” Satria berkata:”kan kite rame-rame jadi dak usak takutan ……..ok.

Tampa berpikir lama merekapun setuju untuk berburu di sana ,tak bebera lama kemudian mereka membawah bekal dan perlengkap masing-masing.Sampai di hutan merekam lansung di suguhi beberapa burun g yang hendak mereka tembak.

Alan berkata.” ce buhung tu, yuk tembak…..besak pule lagi.”

 Satria berkata.” yang esak itu aku kian yang nimbak.”

.” kendak kamu yang penting kene cee,” kata Edi

Tor suara senapan mereka yang membuat jutuh nya burung,dan bangga nya  mereka .tampa merekaa sadari mereka musuk hutan yang belum pernah dimasuki penduduk desa,hutannya dingin,pohonnya tinggi-tinngi.

Mereka senang sekali berburu disana sampai-sampai mereka lupa,ada dimana  mereka yang tidak menyadari,sampailah mereka pada sebuah sungai kecil yang air nya jernih dan sejuk sekalih.

Satria berkata.” yuk kite mandi kudai,pacak makan ce la lapa ni.”

 .”pila lah lah angat pule badani .”kata ketiga temannya

Mereka mandi dengan riang dan gembira di tambah dengan nyayian burung yang berkicau,menambah segarnya sensasi mandi mereke,dan mereka berempat pandai nmenangkapm ikan dengan sebuak kayu yang dijadikan tombak sebagai  alatnya.

Rasa lelah dan penat pun hilang setelah mandi,merekapun membuat api untuk membakar hasil tembakan untuk lauk makan siang mereka yang perutnya sudah berbunyi.

Edi berkata.” Sat cari kayu tuk buat api,pacak makan ni,lah lapah .”

 Oref berkata .”ya,,,,,,,aku ngambik ayakh tuk minum kele.”

 .”okkkkkkkk de.”kata Satria.

 .”gia aku yang buat ngan bakar burung kele.”sambung dari Alan.

Mereka berempat melakukan tugasnya  masing-masing dan merekaa memulai makan siang mereka yang enek dengan lauk yang mereka cari sendiri.Sampai-sampai mereka ketiduran saat sudah makan siang.Mereka tidur dibawah pohon yang rindang lebat daunnya.

.”jam berapa ya sekarang ya ,lemak nian tidur ni?.”kata Oref

Satria;”cak ne la nak petang ni yuk balik.” .Setelah bangun tidur ,Mereka berempat baru sadar bahwah mereka telah sesat didalam hutan,mereka tak tau kemana  HandPhone tidak ada jaringan ,kompak tidak bawah,hanya aalat yang dibadan,lalu mereka menembus hutan dengan cepat supaya bisa keluar dari hutan.
Sudah beberapa juah mereka jalan tapi tak sampai pada jalan yang sering dilalui manusia,merekpun hampir menyera tapi didalam benak mereka yakin mereka pasti ketemu jalan keluar.Belum beberapa mereka jalan,mereka menemukan seekor moyet yang nakal,merekapun geram dan lansung menembaki rombongan kera tersebut,sampai-sampai mereka makin tersesat jauh dari hutan dan semakin tak tahu arah tujuan untuk pulang.

Mereka berempat memutuskan untuk berburu burung lagi,sambil mencari jalaan untuk pulang,lama kelaman jalan,mereka merasakan bahwah mereka terasah diikuti,Oref yang menoleh kebelakang melihat seekor srigala yang sangat buas.tampah segan-sagan mereka menembakinya sampai srigala tersebut hampir mati di tembak.

Tak lamah kemudian,mereka sampai pada sebuah sungai,mereka melihat seorang yang lagi memancing,dan orang tersebut lansung mereka hampiri.dan ternyata orang tersebut adalah pamannya Oref.

.”mang…,ini dimane ye mang ?”kata OREF .

mang Oref.”ini di sungai Tembulon,jauh ini,ngapei kau ngan kance kau sampai kesini ye.”  Oref berkata.”  Kami tadi nimbak nagn ketiduhan,sampai dak tau agi balik,lah sampai sine,kami tadi tesesat mang.Nguk mane jalan balik ?.”

mang Oref.”nguk ujung jalan dekat kebun,ade jalan besak,tapi lame nak sampai kedusun pacak malam ahi.”.

Mereka berempatpun menuruti apa yang dikatakan pamannya Oref,ternyata yang dikatakan paman Oref itu benar.mereka merasa lega karena tahu jalan keluarnya,waluapun perjalan masih panjang.

Mereka bercakap-cakap sambil berjalan,dan masih bingung dengan keaadan yang mereka alami,mereka merasa tidak percaya atas semua tersebut.Mereka berempat sambil pulang,sambil menembaki burung untuk di bawah pulang.

Karena hari sudah mulai sore,mereka menambah laju perjalan supaya tidak kemalaman saat sampai dirumah.Tidak lamah dari perbincangan mereka,telah hampir sampai di desa sekitar setengah jam lagi.Mereka menjumpai nenek-nenek desa yang sedang mengambil kayu bakar.

Nenek itu berkata.”cung hempak kian kedusun ni aku gi masuki kayu.”

”au…………; jawab mereka serentak. Sambil menunggu mereka menembaki sekelompok moyet.Terasa sangat aneh ssat menembakinya,mereka sepertinya menembaki moyet yang tadi,yang membuat mereka tersesat.

Lalu nenek mengatakan bahwah moyet itu sudah lama disana,dan satu sudah mati karena ditembaki orang dan sebenarnyaa hutan yang ada diseberang sana adalah hutan yang masih penuh mistis karena disana dulu ada sebuah rumah yang mega buatan orang belanda.dan disana tempat pembantaian para tawanan.dan banyak orang masuk hutan tersebut banyak hilang dan memerlukan waktu untuk pulang kerumah.sudah lima belas orang lebih tersesat disana.tapi apabila kalian kesana dan tersesat ,barakti kalian beruntung bisa selamat.

Mereka berempatpun merasa bangga bahwah mereka adalah pemburu yang berani memasuki kawasan yang sangat jarang dimasuki orang desa,dan mereka berencana akan menceritakan kan pengalaman mereka ini pada teman-teman dan orang tua mereka.merekapun pulang serentak dengan nenek-nenek desa, merasa senang setela keluar dari kesesatan di hutan tadi.

by : Martin Alan Buana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s